Kadar Gula Darah Tinggi saat HamilKadar gula darah tinggi sering disebut dengan diabetes atau penyakit kencing manis. Seseorang yang memiliki penyakit ini berarti tubuhnya tidak dapat mengontrol kadar gula dalam darahnya. Apa yang menjadi pemicunya? Pola makan yang tidak terkontrol, malas berolahraga, kurang tidur, rutin merokok, dan sering stres. Indikator dari penyakit kadar gula darah tinggi sebagai berikut: sering buah air kecil, mudah lelah, luka yang sulit sembuh, berat badan menurun drastis, penglihatan melemah, sering kelaparan, dan lain sebagainya. Di sisi lain, tingginya kadar gula dalam darah juga bisa diketahui dari alat yang disebut glucometer. Dikatakan kadar gula darah tinggi jika hasilnya lebih dari 200 mg/dL. Khususnya bagi para wanita hamil, sebisa mungkin untuk menjaga kadar gula dalam darah. Ketika kadar gula darah tinggi saat hamil, akan memberikan dampak buruk bagi janin. Lebih lanjut, berikut bahayanya:

Kematian mendadak dalam kandungan               

Akan sangat menyesakkan dada jika bayi yang diimpikan harus meninggal di dalam kandungan. Selain karena terjadi trauma saat hamil (terjatuh dengan keras), infeksi virus, atau kelainan kromosom, kematian mendadak janin di dalam kandungan diakibatkan oleh ibu yang mengidap penyakit kadar gula darah tinggi. Hal ini terjadi karena darah janin kekurangan oksigen tapi kelebihan asam laktat akibat dari kadar gula ibu yang tidak terkontrol. Berikut tanda-tanda janin meninggal di dalam kandungan: tidak bergerak, pendarahan hebat, kram perut, dan detak jantung menghilang. Kalau sudah begitu, tindakan yang bisa dilakukan jika tidak bisa dilahirkan normal adalah kuret atau vakum, obat pelunak jaringan, atau caesar.

Lahir besar         

Bayi yang lahir dengan bobot di atas 4 kg disebut dengan giant baby. Selain karena asupan gizinya tercukupi selama di dalam kandungan, ada keturunan lahir besar, dan lahir lebih dari 9 bulan, ibu menderita kadar gula darah tinggi juga menjadi pemicu lahir besar. Janin menerima pasokan gula berlebih dari ibunya sehingga diubah menjadi lemak yang buatnya besar. Dokter tentu bakal menyarankan kelahiran caesar jika bayi punya bobot besar sebelum dilahirkan agar ibu tidak kesulitan mengejan & tidak juga membuat bayi terlalu lama di jalan yang dapat membahayakan nyawanya. Di sisi lain, bayi lahir besar juga berpotensi mengalami hipoglikemi atau glukosa darah rendah serta cacat lahir. Untuk menangani hipoglikemi, bisa diberikan glukosa melalui pembuluh darah atau diberikan melalui mulut. Jika sesak nafas, bayi bisa diberikan alat bantu nafas seperti ventilator.

Kelainan jantung

Kelainan jantung tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tetapi juga bayi bisa mengalaminya. Hal ini terjadi karena ibunya mengidap penyakit kadar gula darah tinggi selain karena disebabkan obat-obatan tidak dianjurkan dokter, gaya hidup buruk selama hamil seperti merokok, minuman beralkohol, dsb, atau adanya keturunan yang mengidap penyakit jantung. Lebih jelas, berikut ini gejala bayi yang mengalami kelainan jantung: nafas lebih cepat, suara detak jantung tak normal, beberapa bagian tubuh bayi terlihat bengkak, dan lain sebagainya. Untuk lebih memastikan, dokter akan menyarankan melakukan pemeriksaan jantung bayi misalnya ekokardiografi atau USG jantung, kateterisasi jantung, atau lainnya. Untuk penanganannya sendiri, besar kemungkinan ketika bayi berusia 3 bulan.

Untuk mencegah hal ini terjadi, kadar gula darah tinggi harus dicegah dengan cara-cara berikut: kurangi porsi makan (terutama nasi putih, sebaiknya ganti nasi merah), olahraga teratur, diet sehat untuk turunkan berat badan, banyak makan sayur & buah, tidur yang cukup, hindari stres, dan jangan lupakan sarapan. Semoga bisa memiliki & melahirkan bayi yang lucu & sehat 😀